Manajemen Resiko

Didasari oleh kesadaran bahwa aktivitas usaha tidak terlepas dari berbagai risiko yang dapat mempengaruhi kesinambungan Perusahaan, MPM Finance senantiasa menggalakkan pelaksanaan manajemen risiko secara teratur dan sistematis. Dalam pelaksanaannya, sistem manajemen risiko terdiri dari identifikasi, pengukuran, pengawasan dan pengendalian risiko di seluruh operasional usaha.

Penguatan terhadap manajemen risiko menjadi perhatian utama Perusahaan sebagai salah satu pilar utama MPM Finance dalam menjalankan proses usaha yang lebih baik. Perusahaan terus melakukan evaluasi terhadap pengelolaan risiko untuk terus ditingkatkan seiring pesatnya pertumbuhan industri dan perubahan produk dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN

  1. Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi

Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris dapat dilihat dari pembentukan komite yang aktif dalam mengawasi 7 Risk Profile. Adapun komite yang dibentuk adalah:

  • Komite Manajemen BOC – mengawasi risiko strategis, tata kelola dan kepengurusan.
  • Komite Manajemen BOD - Komite ini mengawasi pergerakan kinerja korporasi secara menyeluruh terkait dengan profit, sales/penjualan dan kualitas aset, kompetensi manpower, dan pengkinian terhadap perubahan regulasi
  • Komite Manajemen Risiko – mengawasi keseluruhan 7 Risk Profile yang terjadi (end to end risk profiles), penyebab terjadinya risiko, indikator risiko, mitigasi risiko, perangkat monitor risiko
  • Asset & Liability Committee (ALCO) – Meninjau indikator keuangan utama  dan membahas topik pendanaan, meninjau risiko likuiditas, risiko nilai tukar ,risiko suku bunga dan risiko ketidaksesuaian antara asset dan liabilitas (Funding GAP), menetapkan strategi lindung nilai untuk mengurangi risiko tersebut, memantau Net Interest Margin perusahaan, memantau pemenuhan terhadap kewajiban perusahaan dalam perjanjian kredit (Bank Covenants), memantau pemenuhan terhadap peraturan yang berlaku, dan mengelola neraca secara efisien dengan mengambil pandangan ke depan dalam perubahan ekonomi, peraturan, maupun perubahan lainnya.
  • Early Alert Committee – mengawasi portofolio debitur korporasi dengan kualitas lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan atau macet, kualitas per account debitur korporasi, pembaharuan data debitur korporasi.
  • Retail Alert Committee – mengawasi tren penjualan dan kualitas aset portofolio retail untuk setiap produk/merek/kategori segmen pasar/tipe di tingkat nasional, regional dan cabang. Menentukan dan melakukan review risk acceptance criteria per produk, merek, kategori segmen pasar.
  • Komite Risiko Operasional dan Fraud – mengawasi risiko operasional yang dapat terjadi, Key Risk Indicator, kompleksitas proses, kesiapan sistem, eksternal event, maupun kepatuhan terhadap regulasi yang terkait – First line, second line, third line.
  1. Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko

Kebijakan dan prosedur manajemen risiko sudah mencakup 7 risk profile yang diatur dalam regulasi. Masing-masing 7 risk profile memiliki kebijakan dan prosedur yang diinventarisir dalam web kebijakan internal MPM Finance. Penetapan limit risiko ditentukan melalui delegation of authority mencakup credit authority yaitu pemberian kewenangan terkait pemberian persetujuan kredit, cost authority yaitu pemberian kewenangan terkait pengeluaran biaya yang terjadi maupun wewenang pemberian penetapan bunga, operational authority yaitu pemberian kewenangan terkait proses, dokumen, sumber daya manusia yang terlibat, dan penerapan sistem yang dinamis.

  1. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko

Identifikasi jenis risiko melekat (inherent) dilakukan atas setiap produk dan aktivitas usaha untuk mengetahui kemungkinan timbulnya risiko dan dampak yang diakibatkan. Pengukuran risiko dilakukan sebagai bahan evaluasi hasil penerapan manajemen risiko. Pengukuran eksposur risiko dilakukan berdasarkan parameter risiko yang ditetapkan dan menyesuaikan dengan kompleksitas produk dan aktivitas Perusahaan; Pemantauan dan pengendalian dilakukan pada eksposur risiko dan limit risiko serta pelaporan berkala kepada Komite Manajemen Risiko

  1. Sistem informasi manajemen risiko

MPM Finance memiliki data warehouse khusus pengelolaan sistem informasi manajemen risiko dan didukung dengan ketersediaan program SAS sebagai analytics tools untuk analisis data indikator risiko, forecast, fraud modeling, dan juga portfolio monitoring.

  1. Sistem pengendalian intern yang menyeluruh

MPM Finance memiliki 3 line of defense; 1 line of defense adalah pihak yang langsung berhubungan dengan konsumen dan pihak ketiga, 2 line of defense adalah pihak yang melakukan cross checking terhadap kepatuhan proses sesuai dengan kebijakan yang berlaku yaitu quality assurance (hanya dilakukan untuk risiko pembiayaan), team operational risk di kantor pusat sebagai pengawasan terhadap pelaksanaan operational risk di tingkatan cabang, dan 3 line of defense yang didukung oleh team audit sebagai pengawasan internal yang menyeluruh dengan didukung adanya Audit Internal Charter dan Komite Audit Charter.